Rabu, 08 Agustus 2012

Manggis Puspahiang


Manggis Puspahiang

  Tanaman Manggis (Garcinia Mangostana) Berasal dari daerah Semenanjung malaysia .Manggis merupakan tanaman Hutan, sosoknya tidak terlalu tinggi, sekitar 20 m .Tanaman Manggis dapat hidup da dataran rendah hingga ketinggian 600 m dpl denga tipe iklim basah.dengan pH tanah 5-7.Hama yang umum menyerang adalah ulat bulu, ulat ini menyerang daun muda. Serangga penghisap Helopelthis antonii sering menusuk buah yang masih muda sehingga menyebabkan getah kuning keluar dari kulit buahdan bagian dalam buah.Hama ini dapat di cegah dengan semprotan intektisida Bayrusil 0,2% dapat mencegah seranga ulat dan serangga penghisap.


SELAMA ini, buah manggis menjadi unggulan sektor pertanian Kabupaten Tasikmalaya. Namun, manggis diduga telah ‘dibajak’ diklaim China, karena ditemukan beredar di pasaran internasional dalam kemasan dengan merk dagang China bukan Indonesia.

“Buktinya di Amerika Serikat, buah manggis dikenal berasal dari China. Padahal, manggis tersebut jelas berasal dari Indonesia, dan salah satunya dari Kabupaten Tasikmalaya,”Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat, produksi manggis terbesar dihasilkan petani asal Kabupaten Tasikmalaya, yakni sekitar 18.576 ton per tahun dari luas lahan panen sekitar 232.774 hektar. “Salah satu daerah penghasil manggis terbesar di Kabupaten Tasikmalaya, yakni ada di 8 desa di Kecamatan Puspahiang”



Dono, pengepul manggis di Kecamatan Puspahiang mengatakan, ia  mampu menghasilkan 10 ton buah manggis kualitas ekspor per hari. Sekitar 80-90% di antaranya adalah kualitas ekspor.
“Saat ini, manggis kualitas satu, atau ekspor dijual  Rp.10.000 per kilogram, Rp.4.000 per kilogram untuk kualitas dua dan Rp.2.000 per kilogram untuk kualitas tiga. Saat bukan musim panen raya, manggis kualitas ekspor dijual Rp.20.000 per kilogram untuk kualitas satu dan Rp.10.000 per kologram untuk kualitas dua,” katanya beberapa waktu lalu.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar